Scroll untuk baca artikel

Politik

Agar Proses Pilkada Tidak Terganggu Pasca Kebakaran, KPU Sumut meminta Agar KPU Labura Berkoordinasi dengan Pemkab

213
×

Agar Proses Pilkada Tidak Terganggu Pasca Kebakaran, KPU Sumut meminta Agar KPU Labura Berkoordinasi dengan Pemkab

Sebarkan artikel ini
Ketua KPU Sumut saat wawancara oleh wartawan seusai acara Diskusi "Partisipasi dan Peningkatan Kapasitas Media pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2024" yang berlangsung di ruangan Washington JW Marriot Hotel, Selasa (25/06/24). (kedannews.com/Aris).

Medan, kedannews.com – Pasca kebakaran Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Labuhan Batu Utara (Labura) di Jalan Serma Ghazali Aek Kanopan, Sumatera Utara, Senin (24/06/2024) sore. Hal tersebut telah diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara

Dalam wawancaranya Ketua KPU Sumut Agus Arifin mengatakan bahwa KPU Sumut telah menerima laporan dan atas kejadian tersebut Ketua KPU Labura telah membuat laporan secara resmi ke Polres setempat untuk dilakukan penyelidikan.

“Kita telah menerima laporan dan atas kejadian tersebut Ketua KPU Labura telah membuat laporan secara resmi ke Polres setempat untuk dilakukan pengusutan,” tegas Ketua KPU Sumut Agus Arifin seusai acara Diskusi “Partisipasi dan Peningkatan Kapasitas Media pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2024” yang berlangsung di ruangan Washington JW Marriot Hotel, Selasa (25/06/24)

Karena waktu Tahapan Pilkada sudah semakin dekat, lanjut Agus Arifin meminta agar Ketua KPU Labura berkordinasi dengan Pemkab Labura untuk meminjam Gedung yang bisa dipergunakan.

Sementara ini, kata Agus bahwa KPU Labura telah mencari alternatif memindahkan lokasi ke gedung atau Kantor yang lokasinya tidak jauh dari lokasi tempat Kantor KPU Labura yang mengalami kebakaran.

Untuk kerugian akibat musibah kebakaran di Kantor KPU Labuhan Batu Utara ditaksir mencapai Rp.500 juta, dimana sejumlah aset yang terbakar berupa dokumen termasuk Lpj kegiatan, Laptop, brangkas dan komputer serta Mobil Operasional KPU Labura.

Mobil tersebut merupakan kenderaan operasional yang dirental oleh KPU RI, dikarenakan saat kejadian mobil tersebut berada di dekat kantor untuk memindahkan terpaksa memecahkan kaca.

“Mengenai adanya berkas atau file yang berkaitan dengan Pileg dan Pilpres itu sudah dilaporkan ke KPU,” ucap Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *