Scroll untuk baca artikel

Wakil Rakyat

Badan Pusat Statistik Asahan Rilis Data SP Tahun 2020

0
×

Badan Pusat Statistik Asahan Rilis Data SP Tahun 2020

Sebarkan artikel ini
BPS Asahan Rilis Data SP 2020
Bupati Asahan H Surya BSc saat memberikan sambutan di acara rilis BPS data SP 2020. kedannews.com/Jusli.

ASAHAN, kedannews.comBadan Pusat Statistik (BPS) Asahan dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) menggelar rilis bersama data sensus penduduk (SP) dan data administrasi kependudukan 2020, Selasa (26/1) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Asahan.

Kepala BPS Asahan Dra Minda Flora Ginting dalam paparannya menyampaikan hasil SP 2020 jumlah penduduk Asahan hingga September sebanyak 769.960 jiwa. Luas daratan 3.732,97 km², kepadatan penduduk 206 jiwa per-km² dan dari 2010-2020, rata-rata laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,38%.

” Total data tersebut sebanyak 95,48% atau 735.153 penduduk berdomisili sesuai Kartu Keluarga(KK). Sedangkan 4,52% atau 34.807 penduduk berdomisili tidak sesuai KK, ” ujar Minda.

Selain itu, kata Minda, berdasarkan jenis kelamin, pembagian jumlah penduduk 50,57% atau 389.391 laki-laki dan 49,403% atau 380.569 orang jumlah penduduk perempuan.

” Ini merupakan data jumlah penduduk hasil sinkronisasi antara hasil SP 2020 dan data adminduk yang gambaran banyaknya penduduk melakukan perpindahan, baik bekerja, sekolah, maupun lainnya. Untuk database dari dukcapil dibawa ke lapangan untuk verifikasi, ” ungkap Minda.

Bupati Asahan H Surya BSc dalam sambutannya mengatakan sensus program rutin dilakukan 10 tahun sekali bertujuan menghasilkan data penduduk untuk program Satu Data Indonesia (SDI), berdasarkan Perpres No 39 Tahun 2019 dan Perbup Asahan No 21 Tahun 2020 tentang penyelenggara (SDI) tingkat Kabupaten Asahan.

” Saya berharap data hasil BPS, dapat menjadi pedoman dalam melakukan tahapan pembangunan agar terlaksana secara terukur memberi dampak kesejahteraan masyarakat dan kemajuan Asahan.

” Informasinya penduduk Asahan berada di kelompok usia muda, yang mayoritasnya berada pada kelompok usia produktif. Ini menggambarkan kuatnya modal untuk menggerakkan ekonomi dan pembangunan, tinggal bagaimana kita dapat mengelolanya dengan baik, ” pungkas Bupati. (Jsl)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *