Wakil Rakyat

Bupati Batu Bara Ir Zahir MAP, Melantik Pengurus Kelompok Kerja (POKJA) PAUD, Priode 2021 – 2023

20
×

Bupati Batu Bara Ir Zahir MAP, Melantik Pengurus Kelompok Kerja (POKJA) PAUD, Priode 2021 – 2023

Sebarkan artikel ini

Batu Bara, kedannews.com – Bupati Batu Bara Ir Zahir MAP, melantik pengurus kelompok Kerja PAUD priode 2021 – 2023 , di Aula Rumah Dinas (Rumdis) Bupati. Senin (19/4/2021).

“Tugas seorang Pendidik disamping mendidik pengetahuan umum juga harus mampu menumbuhkan kembangkan nilai nilai agama, akhlak yang juga sangat penting untuk tumbuh kembangnya bagi anak anak Usia dini,” dikatakan Bupati Zahir saat mengisi pembukaan pelantikan kelompok kerja Bunda PAUD 2021- 2023.

Dikatakan lagi, selain kwalitas, PAUD Holistik Integratif, pendidikan Anak usia dini harus menyeluruh, mencakup layanan kesehatan, gizi, pendidikan, pengasuhan dan perlindungan serta aspek perkembangan bagi anak.

Bupati Zahir juga berharap, nantinya Bunda PAUD bisa menjadi konsultan bagi PAUD / TK di wilayahnya masing masing, sehingga benar benar dapat dirasakan keberadaannya di tengah masyarakat.

Untuk melahirkan generasi emas Batubara di masa depan, Bupati Batubara Ir.H.Zahir MAP didampingi Bunda PAUD Maya Indriasari Zahir mengajak seluruh Bunda Paut Kecamatan, Kelurahan hingga Desa untuk bersama-sama meningkatkan kualitas dan Holistik Integratif.

Hal yang sama juga dikatakan Kadisdik Batubara Ilyas Sitorus. Sebagaimana tujuan bersama, keberadaan Bunda PAUD harus benar-benar dirasakan serta meningkatkan kualitasnya. [embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=UUkDG6fUBeHFdkPSVpiEgJqQ&layout=gallery[/embedyt]

“Kita semua mempunyai tujuan yang sama, yakni meletakkan dasar pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak sejak dini, karena mereka adalah cikal bakal pemimpin bangsa dimasa yang akan datang,” papar Ilyas.

Sementara Ketua Pokja Bunda Paud Batu Bara periode 2021 – 2023 Erlina, mengatakan bahwa suksesnya bunda PAUD Batubara sangat tergantung pada program yang kita rumuskan bersama melalui pokja, karena melalui kegiatan ini akan dibutuhkan dukungan sinergitas instansi terkait, seperti Dinkes, Disdik hingga Dinas pemberdayaan anak dan keluarga berencana.(Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *