Wakil Rakyat

Cegah Penularan Pandemi COVID-19 Kampung Ramadhan Di Masjid Agung Sergai Ditutup

18
×

Cegah Penularan Pandemi COVID-19 Kampung Ramadhan Di Masjid Agung Sergai Ditutup

Sebarkan artikel ini
30 Stand UMKM yang telah ditutup oleh Pemkab Sergai dari 17 Kecamatan di Sergai yang berjualan di Halaman Masjid Agung Sergai.

Serdang Bedagai, kedannews.com – Sebanyak 30 Stand UMKM dari 17 Kecamatan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di Halaman  Masjid Agung Sergai yang menyajikan Aneka menu untuk berbuka puasa pada bulan Ramadhan 1442 H ditutup, Selasa (27/4/2021).

Hal ini dikatakan oleh Kepala Dinas Pemuda Oleh Raga Parawisata dan Budaya (Poraparbud) Sudarno, S.Sos melalui Whats App (WA) nya, pada hari Senin (26/4) Sore.

Beliau juga mengatakan bahwa Pemkab Sergai, besok (Selasa 27/4) akan menutup 30 Stand para UMKM  untuk pencegahan penularan Pandemi COVID-19, katanya.

” Mulai hari Selasa 27/4/2021 ampung Ramadhan tersebut resmi telah ditutup oleh Bupati Sergai H. Darma Wijaya, yang dibuka oleh Bupati Sergai pada Tanggal 13 April 2021 yang berlokasi di Halaman Masjid Agung Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah ‘,  pungkas Kadis Poraparbud.

Sementara Assisten I Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Sergai Nina Deliana Hutabarat S.Sos, M.Si saat dikonfirmasi oleh awak media mengatakan : Bahwa sebelum penutupan Kampung Ramadhan tersebut,  Pihak panitia sudah melayangkan surat kepada para Camat agar memberitahukan informasi tersebut kepada para pelaku UMKM di Kecamatan. Yang  bertujuan untuk menghindari bertambahnya penderita Pandemi COVID-19 di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat yang semakin meningkat para penderita COVID-19, jadi kita harus bersama sama melakukan pencegahan, “Lebih baik kita mencegah daripada mengobati “, ungkap Nina Deliana.

Data yang dihimpun dari Pemkab Sergai bahwa kasus terkonfirmasi positif Pandemi COVID-19 telah mengalami pertambahan sebanyak 3 (tiga) kasus dari sebelumnya berjumlah 651 kasus menjadi 654 kasus dan 541 pasien sembuh serta  63 pasien dalam perawatan maupun isolasi mandiri dan 50 orang meninggal dunia.

Dan jumlah para pelaku perjalanan yang masih menjalani masa pantau selama 14 hari sebanyak 525 orang. Kemudian jumlah kasus Suspek ada 48 orang dan jumlah kasus Probabel ada 25 orang.

Sedangkan dalam Perawatan dan  Isolasi berjumlah 63 orang, yaitu masing-masing 4 (empat) orang dirawat di Rumah Sakit Trianda dan RSUD Deli Serdang, masing-masing 14 orang dirawat di Rumah Sakit Daerah Sultan Sulaiman dan Rumah Sakit Pamela, 2 orang lagi dirawat di Rumah Sakit Pabatu. Selanjutnya 25 orang lainnya sudah dalam program isolasi di bawah pengawasan Dinas Kesehatan Kabupaten Sergai dan akan segera dirujuk bagi yang membutuhkan perawatan intensif. [embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=UUkDG6fUBeHFdkPSVpiEgJqQ&layout=gallery[/embedyt]

541 orang Sembuh terdiri dari 45 orang berasal dari Kecamatan Dolok Masihul, 120 orang dari Kecamatan Perbaungan, 106 orang dari Kecamatan Sei Rampah,15 orang dari Kecamatan Dolok Merawan, 32 orang dari Kecamatan Sei Bamban, 21 orang dari Kecamatan Pantai Cermin, 33 orang dari Kecamatan Sipispis, 20 orang dari Kecamatan Tebing Tinggi, 15 orang dari Kecamatan Pegajahan, 4 (empat) orang dari Kecamatan Serbajadi, 3 (tiga) orang.

31 orang dari Kecamatan Kotarih 59 Kecamatan Tebing Syahbandar, 18 orang dari Kecamatan Teluk Mengkudu,  10 orang, Kecamatan Tanjung Beringin, 7 orang dari Kecamatan Silinda, 2 orang, Kecamatan Bintang Bayu serta 2 orang dari Kecamatan Bandar yang telah  dinyatakan sembuh berdasarkan data yang diperoleh dari Pemkab Sergai. (Dipa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *