Kriminal

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Lisa Sirait, Korban Pembunuhan di Malaysia

63
×

Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Lisa Sirait, Korban Pembunuhan di Malaysia

Sebarkan artikel ini
Isak Tangis Sambut Kedatangan Jenazah Lisa Sirait, Korban Pembunuhan di Malaysia
Isak tangis ibunda korban.

TANJUNGBALAI, kedannews.com – Jeritan tangis histeris tak terbendung saat jenazah Kesuma Hayati Sirait alias Lisa Sirait, tenaga kerja wanita asal Tanjung Balai yang tewas di bunuh di Andalas Selangor Malaysia, lebih kurang sepekan yang lalu, jenazahnya tiba di rumah duka, di Kecamatan Simpang Empat, Asahan, Sumatera Utara. Jumat (01/01/2021).

Ibu kandung korban, Dewi (47) tak kuasa menahan tangisnya, perasaanya hancur, anaknya yang baik hati dan periang, pergi dengan sehat, kini kembali dalam kondisi di dalam keranda mayat.

Dengan jeritan tangis Dewi dan keluarga memeluk peti jenazah sambil menangis sejadinya.

Suasana di rumah duka berubah menjadi lautan tangis duka yang mendalam.

Lisaaa, anak Mamaaak, kami sayang sama Lisa, ucap Dewi sambil memeluk peti jenazah.

Kesedihan Dewi semakin dalam ketika melihat kakak Lisa Sirait tidak ikut pulang bersama jenazah.

Jenazah Kesuma Hayati Aulia Sirait, biasa disapa Lisa, sebelumnya ditulis Lia, TKW asal Indonesia yang meninggal dunia di Selangor Malaysia pada Kamis (24/12/2020) lalu akhirnya tiba di tanah air.

Usai di Sholatkan di Musholla jenazah Lisa Sirait langsung di kebumikan di Selat Lancang, Tanjung Balai.

Permintaan keluarga agar Lisa secepatnya di kebumikan, karena sudah satu pekan jenazahnya di semayamkan di Malaysia.

Menurut salah seorang petugas Dinas Tenaga Kerja Asahan, Meilina Siregar, kakak kandung korban bersama dengan sepupunya akan segera di pulangkan oleh pemerintahan Diraja Malaysia secara serentak dengan yang lainnya.

“Lebih kurang dua pekan lagi kakak Lisa akan segera pulang, ini memang program pengampunan dari Malaysia, administrasi semua sudah selesai,” ungkapnya saat berada di rumah duka.

Penulis: Edy Gunawan, SH
Editor: Arya Laksana Mulya