HeadlineKriminal

Kasus Penggelapan Uang Pajak Rp 2,5 Miliar, Pegawai Bapenda Sumut Sekongkol dengan Bripka AS

×

Kasus Penggelapan Uang Pajak Rp 2,5 Miliar, Pegawai Bapenda Sumut Sekongkol dengan Bripka AS

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Penggelapan Pajak

Samosir, kedannews.com Pegawai Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumut mengakui terlibat dalam penggelapan pajak kendaraan bermotor (PKB) Rp 2,5 miliar di UPT Samsat Pangururan. Aksi itu dilakukan mereka bersama oknum Satlantas Polres Samosir, Bripka AS.

Kasat Reskrim Polres Samosir, AKP Natar Sibarani mengatakan hal itu diakui dua pegawai Bapenda itu, saat keduanya diperiksa oleh pihak kepolisian. Sementara, satu pegawai lainnya masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian.

“(Mereka) mengakui,” kata AKP Natar, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (17/3/2023).

Natar mengatakan status dari ketiga pegawai itu masih terlapor. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan gelar perkara untuk menetapkan ketiganya sebagai tersangka.

“(Masih) terlapor, mungkin dalam waktu dekat ini kita akan gelar kan untuk naik statusnya jadi tersangka. Rencananya Minggu depan,” ujarnya.

Terkait pegawai Bapenda yang kabur, Natar mengatakan pihaknya telah dua kali memanggil pegawai Bapenda yang kabur itu, tetapi selalu mangkir. Bahkan, penyidik juga telah mencari pelaku ke rumahnya, tetapi tidak ada.

“Sudah kita panggil dua kali, sudah kita cari juga ke rumah orang tuanya. Nanti setelah kita naikkan statusnya (ke penyidikan) akan kita tetapkan DPO,” ujarnya.

Sebelumnya, penggelapan pajak itu terjadi di UPT Samsat Pangururan, Kabupaten Samosir. Sejauh ini sudah ada 181 korban yang membuat pengaduan kepada pihak kepolisian. Jumlah itu kemungkinan masih bisa bertambah.

Total kerugian dari para korban sejauh ini berjumlah Rp 2,5 miliar. Aksi penipuan itu telah dilakukan Bripka AS sejak tahun 2018. AS berpura-pura ingin membantu para korbannya untuk mengurus pajak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *