Wakil Rakyat

Lagi Wartawan Diteror, SPSRI Minta Pelaku Gaya Preman Ditangkap, Poldasu Harus Komit Jalankan Intruksi Kapolri

22
×

Lagi Wartawan Diteror, SPSRI Minta Pelaku Gaya Preman Ditangkap, Poldasu Harus Komit Jalankan Intruksi Kapolri

Sebarkan artikel ini

Medan, kedannews.com – Kali kedua Wartawan Metro 24, Sofian, warga Kelurahan Berngam, Kecamatan Kota Binjai, diteror oleh Orang Tak di Kenal (OTK) peristiwa pengrusakan serta pengancaman terhadap kenyamanan hidup wartawan di Sumatera Utara kembali terjadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pers Republik Indonesia (DPD SPRI) Provinsi Sumatera Utara, kebakaran rumah Sabarsyah diduga dilakukan oleh mafia perjudian yang merasa terganggu akibat pemberitaan yang dilakukan Sofian.

“Kami mendesak Kapolda Sumut dan jajarannya untuk segera menangkap pelaku termasuk mafia judi yang sedang berkeliaran, baik di Sergai maupun di Kota Binjai,” pinta Ketua DPD SPRI Sumut Devis Karmoy dalam keterangan pers yang dikirim kepada redaksi, Minggu (13/6).

Sebelumnya pada dua pekan lalu peristiwa pembakaran mobil milik Pujianto, Kontributor Metro TV di Serdang Bedagai (Sergai) dibakar orang tak di kenal (OTK), peristiwa tersebut diduga akibat Pujianto mengabadikan lokalisasi perjudian di sebuah lokasi yang berada di Sergai.

Kali ini peristiwa serupa juga menimpa kediaman wartawan Metro 24, Sofian, di Kota Binjai. Namun bukan mobil yang diduga dibakar OTK, tetapi rumah milik orangtua Sofian yang beralamat di Jalan Bantara Raya, Lingkungan XII Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, yang terbakar diduga dilakukan OTK pada Minggu (13/6) dinihari, sekira Pukul 00.05 Wib.

Dari sejumlah sumber informasi yang dapat dipercaya menyebutkan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh pemberitaan yang dilakukan Sofian hingga berujung pembakaran rumah orang tuanya.

“Saya berkeyakinan pembakar rumah saya adalah orang orang suruhan dari preman yang diberitakan oleh anak saya,” ujar Sabarsyah (65), orangtua Sofian kepada wartawan saat dikonfirmasi terkait insiden tersebut.

Menyikapi dua rentetan peristiwa yang dialami wartawan tersebut, SPRI Sumut meminta Kapolda Sumut Irjen Panca Simanjuntak untuk segera mengungkap dan menangkap otak dibalik peristiwa pembakaran mobil milik Kontributor Metro TV di Sergai dan rumah orangtua wartawan Metro 24 di Binjai.

Peristiwa yang terus berulang terjadi dan turut meresahkan warga ini, mendorong SPRI Sumut untuk melayangkan surat kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk menjadi atensi khusus.

“Karena peristiwa ini selalu berulang dan ancaman utamanya ada pada wartawan, maka kami segera mengumpulkan bukti-bukti otentik lalu bersurat kepada Kapolri dan Panglima TNI agar memberikan perhatian penuh, terutama mendorong jajarannya agar menertibkan penyakit sosial yang terus terjadi di tengah-tengah masyarakat Sumut,” ungkap Devis Karmoy yang juga Kordinator Serikat Pers Republik Indonesia Wilayah Barat itu.

Kronologis peristiwa

Untuk diketahui, rumah orang tua Sofian wartawan Metro 24 di Kota Binjai, Sumatera Utara dibakar OTK.

Diduga terkait pemberitaan, Rumah milik Sabarsyah (65) yang beralamat di Jalan Bantara Raya, Lingkungan XII Kelurahan Berngam, Kecamatan Binjai Kota, dibakar oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), Minggu (13/6) dinihari, sekira Pukul 00.05 Wib.

Pada saat kejadian, cuaca dalam keadaan gerimis, sehingga api tidak sempat membakar seluruh rumah.

Dari pantauan awak media saat  dilokasi kejadian, selain kaca jendela pecah dan gorden yang habis terbakar, beberapa peralatan alat rumah tangga, karpet dan juga sofa milik korban, nyaris habis dilalap sijago merah.

Aroma BBM jenis Premium juga tercium dan terasa sangat menyengat dari ruang tamu korban. [embedyt] https://www.youtube.com/embed?listType=playlist&list=UUkDG6fUBeHFdkPSVpiEgJqQ&layout=gallery[/embedyt]

Menurut kesaksian Sabarsyah, saat api membakar, ia sedang melihat Televisi diruang tengah rumahnya. Tiba tiba ia dikejutkan dengan adanya api yang berkobar tepat dibagian pintu depan rumahnya.

“Saya yakin kalau rumah saya dibakar orang. Karena tiba tiba ada suara bunyi yang keras dan tiba tiba saya melihat langsung api membesar. Spontan saya menjauhkan kereta (Sepeda Motor-red) yang hanya berjarak sekitar 1 meter dari api,” ujar Sabarsyah, sembari mengatakan, saat kejadian ada 2 unit Sepeda Motor yang ada didalam rumahnya. (plk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *