Lintas Organisasi

LLMB Buka Puasa Bersama Sambil Diskusikan Pembangunan Mental dan Budaya Melayu

×

LLMB Buka Puasa Bersama Sambil Diskusikan Pembangunan Mental dan Budaya Melayu

Sebarkan artikel ini
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Laskar Melayu Bersatu (DPD LLMB) Kota Medan menggelar buka puasa bersama sekaligus silaturahmi dan mengundang tokoh akademisi, dokter yang juga pengusaha Medan, Prof Ridha Dharmajaya. (kedannews.com/ist)

Medan, kedannews.comPengurus Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Laskar Melayu Bersatu (DPD LLMB) Kota Medan menggelar buka puasa bersama sekaligus silaturahmi dan mengundang tokoh akademisi, dokter yang juga pengusaha Medan, Prof Ridha Dharmajaya.

Acara tersebut diselenggarakan pada Jumat 05 April 2024 di tempat kediaman Dato’ Awaluddin (Awel) Komplek Taman Citra, Blok WW No.2 Lingk 1, Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli, Kota Medan.

” Acara Bukber ini kami juga mengundang tokoh masyarakat Kota Medan Prof. Ridha Dharmajaya serta Pengurus /Jamaah Masjid Al-Abraar, Al-Ridho & As-Shiddiq,” ujar Panpel Bukber LLMB Medan, Ahmad Husein, S.Pdi.

Panglima Tengah DPD LLMB Kota Medan, Datok Drs. Awaluddin sebagai tuan rumah mengatakan acara berbuka puasa ini merupakan rutinitas LLMB Kota Medan setiap tahun. 

“Bedanya, pada hari ini hadir Prof Ridha Dharmajaya, kandidat calon Walikota Medan,” ujar Awel.

Disebutkan LLMB lahir di Riau 13 tahun lalu yang diprakarsai dan dibentuk Letjen Sarwan Hamid. Di Bumi Melayu Riau, LLMB menjadi anak kandung dan suatu yang wajib bagi anak Melayu di Tanah Melayu Riau. 

“Melayu bukan etnis tapi Melayu adalah wangsa dan bangsa, artinya lebih besar. Selagi dia muslim, agama Islam maka dia adalah Melayu. Kami bukan memelayukan orang Melayu. Tugas kami adalah memelayukan orang yang ada di Tanah Melayu. 

Selanjutnya Awel mengatakan, pihaknya yang bernaung di dalam LLMB Kota Medan adalah perisai bagi kaum Melayu dan juga perisai bagi pemerintah. 

“Artinya pemerintah berpihak kepada rakyat akan kami kawal tetapi kalau tidak maka kami akan kritis,” paparnya.

Mengenai Pilkada Medan, LLMB Kota Medan butuh dan akan menyokong sepenuhnya pihak-pihak yang mau menjadi walikota. Dengan kondisi dan jumlah yang sedemikian ini, kami bukan menghilangkan sosok etnis kami, tapi kami menghormati dan memuji orang-orang yang ada di Tanah Melayu Deli untuk hidup rukun dan damai,” paparnya.

Sementara Prof Ridha mengatakan dirinya adalah alumni Fakultas Kedokteran USU dan masuk UI ambil Spesialis Bedah Saraf. Setelah diterima mengajar di USU kemudian ia menyelesaikan S3 dan Profesor-nya di USU, sehingga dia pun kemudian diangkat menjadi Kepala Bedah Saraf di RS Adam Malik Medan.

Prof Ridha mengatakan kalau dirinya akan maju mencalonkan diri menjadi Walikota Medan adalah tidak tepat. Sesungguhnya kata dia, kondisinya saat ini lagi di puncak karir. Ia akan pensiun sekira 20 hingga 30 tahun lagi dan masa itu masih panjang. 

“Hitung-hitung hasil Walikota tidak lebih tinggi dari penghasilan saya hari ini. Yang buat saya untuk mau jadi Walikota adalah ada satu kenyataan sekarang ini kalau dibiarkan kita tak punya apa-apa lagi,”ujarnya.

Oleh karena itu maunya dia maju ikut Pilkada Kota Medan adalah bukan untuk pribadinya. Tapi untuk anak cucu kita. Di masa depan, berhasil pun dia, pintar pun dia, berkompeten pun anak cucu kita, pasti dia tak bisa dapat apa-apa. Sebab saat ini hampir semua sektor dimonopoli dan dikuasai oleh kelompok tertentu. 

“Mengimbangi kondisi ini kita harus angkat budaya Melayu. Dan sebelumnya pun saya sudah mendorong anak Melayu untuk maju Pilkada Walikota Medan,” kata Ridha.

Artinya kata Ridha soal Pilkada Kota Medan ini bukan karena mau tidak mau. Tapi kita harus mau untuk maju. Soal partai tidak tertutup dari partai manapun. Alternatif lain adalah dukungan untuk independen dari berbagai organisasi. 

“Misal dari LLMB dengan dukungan KTP dan janji maka rakyat punya saham. Kita lebih suka berkoalisi dengan rakyat dan menciptakan kesejahteraan untuk rakyat,” ujar Ridha.

Diharapkan LLMB buatkan link untuk satupadukan kekuatan kita. Sebab sudah ada pihak pihak yang nyatakan mau memisahkan Medan Utara dari Kota Medan.

“Jadi yang mau kita pegang Medan ini sebagai milik kita. Jadi kita mau bersatu padu untuk meraih itu,” pungkas Ridha.

Acara buka puasa LLMB Medan dilanjutkan shalat maghrib berjamaah dengan imam shalat Prof Ridha, makan bersama dan diskusi. Hadir juga T Nazlah Chairani Tokoh Perempuan dan Politisi di Medan, HA Nuar Erde pengurus LLMB Medan yang juga Ketua DPW IMO Indonesia Provinsi Sumatera Utara.rd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *