Scroll untuk baca artikel

Wakil Rakyat

Proyek Hotmix di Pematang Panjang ke Sukaramai di Kerjakan Amburadul, Belum Sepekan Sudah Kupak – Kapik, 9,6 M Sia – Sia

0
×

Proyek Hotmix di Pematang Panjang ke Sukaramai di Kerjakan Amburadul, Belum Sepekan Sudah Kupak – Kapik, 9,6 M Sia – Sia

Sebarkan artikel ini
Proyek Hotmix di Pematang Panjang ke Sukaramai di Kerjakan Amburadul, Belum Sepekan Sudah Kupak - Kapik, 9,6 M Sia - Sia
Bongkahan Hotmix yang sudah mengeras.

BATU BARA, kedannews.com – Tidak sampai sepekan peningkatan ruas jalan dari Desa Pematang Panjang yang menuju Desa Sukaramai, Air Putih, Batu Bara sudah kupak – kapik. Proyek Hotmix yang menelan biaya 9,6 M, bisa sia – sia karena di kerjakan terkesan amburadul. Rabu.(30/12/2020).

Proyek Hotmix di Pematang Panjang ke Sukaramai di Kerjakan Amburadul, Belum Sepekan Sudah Kupak - Kapik, 9,6 M Sia - Sia
Ketua Investigasi BPI, Darmansyah saat di lokasi.

Melihat wartawan Warung Apresiasi Pers (Wappres) di lokasi, salah seorang warga Cinta Damai, Pematang Panjang, Edward Sitorus , langsung berhenti, dan mencurahkan kekesalan hatinya kepada wartawan.

” Di kerjakan hari Rabu (23/12) jam 03.00 dinihari, pada hari Kamis sudah retak, dan sekarang semakin banyak yang terkelupas,” ujar Edward dengan nada kesalnya.

Proyek Hotmix di Pematang Panjang ke Sukaramai di Kerjakan Amburadul, Belum Sepekan Sudah Kupak - Kapik, 9,6 M Sia - Sia
Hotmix yang hancur terkelupas, terlihat base yang masih basah dan tidak di siram Ter.

Bagaimana tidak terkelupas sebelum di hotmix tidak disiram sama ter terlebih dahulu, mana bisa menyatu, dan kondisi basenya masih basah , jelas Sitorus.

Tidak hanya Sitorus, Usben Parhusip juga meluapkan rasa kekecewaannya, “kami senang adanya pembangunan, tapi kalau seperti ini kerjaannya, belum seminggu sudah hancur, ungkapnya.

Kami sangat kecewa cara kerja pemborongnya seperti ini, tolong lah pak, inikan jalan utama mau menuju perkantoran dan ke Pelabuhan Kuala Tanjung, ramai di lintasi warga, dan truk. Kalau seperti ini, gak sampai setahun sudah hancur semua, pinta Usben.

Kami curiga juga, kok di kerjakan dini hari, kami lihat aspal hotmixnya tidak berasap, seperti biasanya, sambung Usben dan Sitorus.

Kecurigaan warga bukan tak beralasan, karena di temukan wartawan adanya tumpukan bongkahan aspal yang di curahkan di pangkal jembatan yang baru di bangun, dan juga di depan rumah warga.

Saat di konfirmasi wartawan dari pagi sampai malam hari, PPK Wilson Sitorus, belum bersedia menjawab, melalui whatsapp juga telah di kirm pesan ” Mau nanyak proyek hotmix di Pematang Panjang ke Sukaramai Air Putih,” belum juga di balas.

Ketua Investigasi BPI KPNPA Rl Kabupaten Batu Bara, Darmansyah yang turun langsung ke lokasi, Rabu 30/12/2020, spontan angkat bicara terkait kondisi jalan yang sedang dikerjakan sudah mengalami retak, patah dan terkupas dari badan jalan.

” Kami melihat kejanggalan dalam pengerjaan proyek Hotmix yang menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui PAPBD Batu Bara, menelan biaya hampir 10 M tersebut, terlihat dikerjakan secara jikjak, di pangkal sudah di hotmix, dipertengahan sama sekali belum dihampar dengan base, namun di ujung sudah selesai,” ungkap Darman.

Diduga metode pengerjaan dilakukan untuk mengejar pencairan, atau memburu waktu akhir tahun, sementara ini sudah tanggal (30/12), tetapi pematangan badan jalan belum selesai, dan jika dipaksakan, paling tidak harus menunggu minimal 13 hari kedepan hotmix baru bisa di hampar, jelas Darman.

Sebagai Lembaga sosial kontrol, BPI akan terus memantau pekerjaan proyek ini, karena jika kita lihat pada pematangan badan jalan tidak maksimal, diduga dalam kondisi hamparan base yang belum padat dan kering, tetapi sudah dihampar dengan hotmix, tentu ini sangat mempengaruhi suhu panas dari hotmix tersebut, tegas Darman.

Tidak hanya sampai di sini, proyek ini akan terus kita kawal, jika kejanggalan itu berpotensi merugikan keuangan Negara, maka BPI KPNPA Rl Kabupaten Batubara akan membuat pengaduan secara resmi ke Lembaga Hukum, agar piutang Pemkab Batu Bara menjadi piutang PT. KPK, pungkas Darman.

Penulis: Sholehuddin
Editor: Arya Laksana Mulya