Wakil Rakyat

Suami Lumpuh, Istri Disabilitas, Harus Bejibaku Cari Nafkah Jadi Buruh Cuci

22
×

Suami Lumpuh, Istri Disabilitas, Harus Bejibaku Cari Nafkah Jadi Buruh Cuci

Sebarkan artikel ini
Suami Lumpuh, Istri Disabilitas, Harus Bejibaku Cari Nafkah Jadi Buruh Cuci

Baru Bara, kedannews.com – Perjuangan ibu adalah sesuatu yang tidak bisa dibayarkan dan digantikan oleh apapun. Termasuk kisah inspiratif tentang ibu yang mengalami disabilitas mengalami cacat pada kaki kanannya ,yang luput perhatian dari pemerintah setempat tapi tetap harus mengurus sepasang buah hatinya dan suami.

Dia adalah Sartik (38) istri dari Sumarno(35) orang tua Adinda Maharani(14) dan Ananda Dwi Tirta (10) Warga Dusun Nibung Desa Tanah Merah Kecamatan Air Putih Kabupaten BatuBara yang sudah 5 tahun ini menafkahi keluarganya seorang diri.

Suami Lumpuh, Istri Disabilitas, Harus Bejibaku Cari Nafkah Jadi Buruh Cuci

Dengan Disabilitas yang dialaminya yang disebabkan Folio, Ibu Sartik tetap gigih dan bersemangat menjalani kesehariannya, kekurangan fisik tidak semata mata mematahkan semangat untuk berpangku tangan dan terus pasrah dengan keadannya.

Saat ditemui Awak Media Sartik, yang kesehariannya adalah seorang buruh cuci ini memaparkan kisahnya tersebut. Minggu (14/3/2021)

Berawal sejak 5 tahun yang lalu, Sartik yang dulunya adalah seorang Ibu Rumah Tangga seperti mana ibu ibu lain pada umumnya. Namun semenjak suaminya sakit dan mengalami kelumpuhan, disebabkan Miopati Virus yang bersarang pada batang Otak yang melumpuhkan Syaraf ,sudah tidak lagi bisa melakukan aktifitas untuk bekerja, Sartiklah yang mengambil alih tugas sang suami untuk memenuhi kebutuhan sehari hari juga demi menyekolahkan anak anak nya.

Disamping memenuhi kebutuhan setiap hari dan biaya pendidikan anaknya Sartik Ibu yang juga mengalami Disabilitas ini juga harus melakukan pengobatan jalan suaminya dengan biaya yang disisihkan dari hasil kerjanya.

Ya mau gimana lagilah pak, anak anak harus sekolah, suami juga harus berobat, kalau saya ngk kerja bagaiman nasib anak dan suami saya, bagaimana ya pak, kalau dipikir upah saya tidak cukup. Ujar Sartik haru.

Selanjutnya Sartik mengatakan bahwa dirinya sebenarnya sangat berharap ada bantuan yang bisa mengurangi beban dirinya , apa lagi dimasa Virus seperti sekarang, dulu pernah melalui kadus katanya pak Camat mau kasi kursi roda Tapi sampai sekarang belum pernah datang mungkin belum rezki saya, ya mudah mudahan ada yang mau perhatian sama kami, sembari menunjukkan kursi roda yang sudah rusak. (Eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *