Kriminal

Tragis !! Warga Asal Tanjung Balai Tewas di Bunuh Usai Dirampok di Klang Selatan Selangor Malaysia

×

Tragis !! Warga Asal Tanjung Balai Tewas di Bunuh Usai Dirampok di Klang Selatan Selangor Malaysia

Sebarkan artikel ini

Foto: Korban di turunkan dari Mobil Jenazah.

Tanjung Balai – Pembunuhan sadis terhadap Lisa (20) warga Gang Nelayan Selat Lancang Tanjung Balai Sumatera Utara (Sumut) tewas akibat di tusuk dengan pecahan kaca pada bahagian leher korban.

Lisa tewas di bunuh di kamar kos – kosan pada hari Rabu, 23 Desember 2020 sekira pukul 14.00 waktu Malaysia atau 13.00.WIB. Taman Sri Andalas Klang, Selangor Malaysia.

Menurut Achik Olan warga asal Batu Bara yang tinggal tidak jauh dari kediaman korban dan juga informasi dari media sosial Fb atas pemilik akun Nur Alifa Dzatil Izzah, menjelaskan, di duga diperkosa terlebih dahulu lalu di bunuh dan di rampok, jelasnya kepada wartawan kedannews.com, Kamis (24/12/2020).

Foto: Korban.

Pelaku sudah di ketahui identitasnya, Junaidi (26) asal Langsa, Aceh, dan sekarang masih buron.

Lanjut Achik, di rumah tersebut ada 5 kamar, dan tiga yang berisi, Lisa (korban) bersama Dinda (23) kakak kandungnya, dan temannya Tika.

Sedangkan pelaku juga tinggal di kamar sebelah, masih dalam satu rumah.

Siang hari tersebut, mereka bertiga di kamar tersebut, karena perut sudah lapar mereka keluar untuk cari makanan, namun korban tidak mau ikut.

Foto: Pelaku.

“Memang kebiasaanya gitu gak mau ikut makan di luar, minta di bungkus makan di kamar,” ujar Tika saat memberi keterangan kepada Polisi Diraja Malaysia.

Setelah setengah jam berlalu, Dinda dan Tika pulang dengan membawa bungkusan makanan untuk Lisa, dan sesampainya di kamar terlihat korban sudah berlumuran darah dan posisi setengah bugil, jelas Achik. Kakak kandung korban Dinda, dan Tika menjerit histeris, melihat kondisi adiknya sudah pucat bergelimang darah.

Saat ini pihak Kepolisian Diraja Malaysia masih memburu pelaku pembunuhan, dan jenazah korban masih berada di Hospital.

Komunitas anak rantau asal Indonesia melakukan penggalangan dana, untuk membantu keluarga korban, dan berusaha memulangkan jenazah korban ke Indonesia, prosesnya agak rumit, karena korban tidak memiliki pasport, sementara kakak korban mengalami trauma yang mendalam, pungkas Achik Olan.  

Penulis: Sholehuddin
Editor: Arya Laksana Mulya