RagamVideo Terkini

Warga Blokade Jalan Kenduri, Larang Truk Muatan Lebih 8 Ton Melintas

25
×

Warga Blokade Jalan Kenduri, Larang Truk Muatan Lebih 8 Ton Melintas

Sebarkan artikel ini
Warga Jalan Kenduri Dusun VIII Deda Mulyorejo aksi blokade jalan sembari membentangkan spanduk, Sabtu (23/3/2024). (kedannews.com/Aris Sinurat).

Deli Serdang, kedannews.com Ratusan warga jalan Kenduri Dusun VIII, Desa Mulyorejo, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang berunjuk rasa blokade jalan, menuntut UD Anugrah Mandiri Inti Nusantara melaksanakan kesepakatan bersama saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Deli Serdang di Balai Desa Mulyorejo pada November tahun 2022 lalu.

Amukan warga aksi memberhentikan kendaraan truk muatan kapasitas kurang lebih 41 ton tersebut, Sabtu (23/03/2024) siang, warga bersikeras karena telah tertuang pada kesepakatan sebelumnya antara warga dan pihak UD Anugrah Mandiri Inti Nusantara bersama Anggota DPRD Deli Serdang komisi IV terkait tonase kendaraan yang berkaitan usaha tersebut.

“Terkait kasus yang kami demon ini, karena kami merasa terdampak, terganggu. Tonase kapasitas jalan kami ini hanya 8 ton, tapi dimasuk 40 ton, 25 ton itu paling sedikit, jadi merusak jalan kami, parit kami jadi hancur, jalan-jalan kami jadi hancur, banyak pengendara berjatuhan, jadi sudah di aspal begini kami pertahankan agar jalan kami tidak rusak lagi, itu yang kami minta sebagai warga dusun VIII,” ungkap Ayu Hawana selaku Warga Dusun VIII Jalan Kenduri Desa Mulyorejo.

Selain itu warga mempertanyakan terkait perizinan amdal UD Anugrah Mandiri Inti Nusantara karena selama ini warga hanya menandatangani izin untuk penimbunan saat pembangunan usaha tersebut, warga menduga tanda tangan mereka diselewengkan diperuntukan untuk syarat pengurusan perizinan amdal usaha tersebut.

Ayu menambahkan,” perusahaan minta izin untuk penimbunan tanah timbun, dan warga dikasih uang untuk yang berdampak kena abu, yang didepan-depan, rumah pinggir pasar, kami ditokohi, kami tidak dibilang itu untuk izin pembangunan, izin hanya untuk masuk tanah timbun,” diungkapkannya.

Darwis mengatakan didalam gudang tersebut ada produksi pemecahan cangkang sawit dari inti, karyawan pabriknya hanya untuk pemecahan itu saja.

“Ada produksi pemecahan biji sawit, karyawan nggak banyak, sekitar untuk pemecahan biji sawit itu aja,” dijelaskan Darwis warga jalan kenduri.

Saat dikonfirmasi, Iwan warga Jalan Kenduri selaku pengurus tandatangan antara UD dan warga, mengaku bahwa tanda tangan warga untuk UD Anugrah Mandiri Inti Nusantara diperuntukan untuk izin penimbunan bahwa warga mengizinkan penimbunan pada lahan usaha, namun di pihak UD mengubahnya untuk perizinan amdal perusahaan tersebut.

“Izin nimbun, itu diubah kepala suratnya, disitukan dibuat izin melintas, tau-tau kok dibuat izin amdal, yang merubah pak Adi itu, orang-orang itulah, waktu rame-rame pun bisa dipertanyakan kok bisa keluar izin amdalnya, aku sama arief berdua keliling minta tandatangan warga,” terang iwan alias nanang saat dikonfirmasi wartawan kedannews.com.

warga dalam aksinya pun mencatut nama Wali Kota Medan, meminta pertolongan Muhammad Bobby Afif Nasution untuk menolong mereka dalam hal ini karena mereka rakyat yang lemah telah di kriminalisasi.

“Pak Muhammad Afif Bobby Nasution tolonglah kami warga kampung ini pak bobby, selamatkanlah kami, kami yang merasa terintimidasi, kami hanya menuntut jalan kami agar tidak rusak lagi, tolonglah kami pak, kami mohon,” diucapkan serentak oleh sejumlah warga saat aksi.

Selain itu warga juga kecewa terhadap Polrestabes Medan terkesan berpihak ke UD tersebut dengan membongkar portal jalan milik warga, dianggap menyalahi aturan.

“ini karena faktornya karena dari pihak perusahaan sudah melanggar dari pada RDP yang sudah dibuat, tonase jalan yang sudah kita sepakati termasuk dengan pemilik perusahaan yaitu Pak Adi yang menandatangani hanya 8 Ton dan ini sudah 41 ton lebih, tonase yang masuk, jalan kami sudah rusak, jadi ini mamak-mamak ini sudah blokade jalan,” ungkap Pdt Michael Sinadia.

Terkait portal jalan yang dipasang warga, ini didasari atas kesepakatan bersama saat Rapat Dengar Pendapat DPRD Deli Serdang, dengan portal tersebut untuk memudahkan warga mengecek kendaraan muatan melebihi kapasitas 8 ton.

“Hanya kami ada mau komplain soal masalah portal kami, yang sampai hari ini diperkarakan, dipermasalahkan oleh dari Polrestabes Medan, yang kami warga dipanggil sebagian, tidak panggil semua, apa bedanya kami dengan yang di blokade ini,” tambahnya Michael.

“Portal itu adalah kehendak dari semua warga yang ada, semua warga yang membuat, yang mendalangi, yang mendanai, tidak ada dari satu orang, semua warga,” dijelaskannya.

Namun anehnya polrestabes medan unit pidana khusus memanggil wawancara beberapa warga terkait portal tersebut dianggap menghambat operasi perusahaan tersebut.

“harapan kam terkhusus dari Kapolri, Kapoldasu, harapan kami bertindak netral lah. jangan mengintimidasi warga, jangan kriminalisasi warga, untuk Kapolri, belalah kami pak, dengarkan suara kami, karena kami sudah 2 tahun lebih menderita, dari pihak kepolisian khususnya Polrestabes Medan dari Reskrimsus selalu mengintimidasi kami, bahkan kami dari pihak perusahaan pun intimidasi kami dengan preman yang diturunkan,” inginnya Pdt Michael.

“Ada pemanggilan, kami sudah 10 orang dipanggil untuk masalah portal ini dan kami dibilang hanya sebagian orang yang memportal, bukan dari warga tapi kenyataannya warga, kami sudah jelaskan warga tidak terima tetapi malah kami digertak dengan bantingkan rokok di atas meja waktu kami di wawancara dari pihak penyidik atau gimana dari penyidik penyidik,” tandasnya.

Saat dikonfirmasi terkait perihal pemanggilan warga terkait portal, pihak Pidsus Polrestabes medan mengarahkan untuk komunikasi ke humas Polrestabes medan.

Begitu juga halnya dengan pihak ud anugrah mandiri inti nusantara saat di konfirmasi belum ada jawabannya.

Dari pantauan awak media di lokasi, tampak jalan kenduri rusak sepanjang berkisar 1 km di bagian ujung jalan mendekati lokasi UD tersebut, sementara bagian depan jalan kenduri tampak bagus, informasi yang didapat bahwa jalan tersebut sudah dihotmix oleh pemerintah daerah, sebelumnya jalan tersebut rusak berat sepanjang jalan kenduri.

Dampaknya pinggir jalan mengalami penyempitan dan rusak, parit menjadi kecil.

Dari pantauan awak media, saat mengunjungi gudang ud tersebut tidak ada plang usaha/dan saat disapa terkesan tidak ada penghuni.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *